Assessment of the Environmental Friendliness of Fixed Lift Net Fishing Gear in Rebo Waters, Bangka Belitung Islands Province

Authors

  • Zerli Selvika Bangka Belitung University, Indonesia
  • Dareen Nadya Rema Bangka Belitung University, Indonesia
  • Silvy Syukhriani University of Bengkulu, Indonesia
  • Ali Muqsit University of Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56127/ijml.v5i1.2578

Keywords:

Capture Fisheries, Environmental Friendliness, Fixed Lift Net, Rebo Waters.

Abstract

Lift net is a fishing gear widely used by coastal fishers in Rebo Waters, Bangka Belitung Province, Indonesia; therefore, its level of environmental friendliness needs to be assessed to support sustainable capture fisheries management. This study aimed to evaluate the environmental friendliness of bagan tancap based on technical and biological–environmental aspects. A descriptive approach with a scoring system was applied to several criteria, including operational safety, energy consumption, ghost fishing potential, catch selectivity, discard handling, interactions with protected species, and impacts on aquatic habitats. The results showed that bagan tancap obtained a total score of 26 out of a maximum score of 30, with an Environmental Friendliness Index (EFI) of 86.67%, indicating that this fishing gear is highly environmentally friendly. However, catch selectivity remained low due to the use of light attraction, which resulted in mixed catches.

Keywords: Capture Fisheries, Environmental Friendliness, Fixed Lift Net, Rebo Waters.

References

Baskoro, M. S., Yusfiandayani, R., & Riyanto, M. (2016). Pengaruh penggunaan cahaya terhadap komposisi hasil tangkapan bagan di perairan tropis. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 7(2), 101–110.

Brandt, A. V. (1984). Fish catching methods of the world (3rd ed.). Fishing News Books.

Fitri, A. D. P., Yusfiandayani, R., & Kurnia, M. (2017). Evaluasi aspek ramah lingkungan alat tangkap tradisional di perairan pesisir Indonesia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 213–223.

Fitri, A. D. P., Kurnia, M., & Lestari, P. (2019). Analisis dampak ekologis alat tangkap pasif terhadap habitat perairan pesisir. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 21(2), 89–98.

Fitri, A. D. P., Nugroho, D., & Lestari, P. (2020). Tingkat kelangsungan hidup biota hasil discard pada perikanan tangkap skala kecil. Jurnal Kelautan Nasional, 15(3), 145–154.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2019). Voluntary guidelines for securing sustainable small-scale fisheries. FAO.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2021). Fishing gear marking: Policy and guidelines. FAO.

Gilman, E., Chopin, F., Suuronen, P., & Kuemlangan, B. (2016). Abandoned, lost and discarded fishing gear (FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 523). FAO.

Iskandar, B. H., Riyanto, M., & Baskoro, M. S. (2017). Efisiensi energi pada berbagai jenis alat penangkapan ikan di perairan Indonesia. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 8(1), 1–10.

Kurnia, M., Yusfiandayani, R., & Fitri, A. D. P. (2019). Risiko ghost fishing pada alat tangkap pasif di perairan pesisir. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 24(3), 167–176.

Kurnia, M., Lestari, P., & Nugroho, D. (2022). Selektivitas hasil tangkapan bagan terhadap ukuran ikan pelagis kecil. Jurnal Sumberdaya Akuatik, 16(2), 95–104.

Kurniawan, A., Pratama, R., & Lestari, D. (2019). Emisi gas buang dan dampaknya terhadap nelayan pada perikanan skala kecil. Jurnal Lingkungan Pesisir, 13(1), 55–63.

Lestari, P., & Boesono, H. (2022). Penggunaan material alat tangkap tradisional dan implikasinya terhadap lingkungan. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 14(1), 41–50.

Lestari, P., & Nugroho, D. (2021). Interaksi alat tangkap pasif terhadap biota laut dilindungi di perairan Indonesia. Jurnal Konservasi Sumberdaya Laut, 5(2), 77–86.

Lestari, P., Nugroho, D., & Kurnia, M. (2023). Emisi dan kebisingan alat tangkap pasif pada perikanan pesisir. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, 6(1), 23–32.

Pratama, R., Wibowo, B. A., & Yusfiandayani, R. (2018). Tingkat kebisingan pada pengoperasian alat penangkapan ikan di perairan pesisir. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(2), 311–320.

Putra, R. A., Iskandar, B. H., & Baskoro, M. S. (2019). Potensi penerapan panel surya pada perikanan tangkap skala kecil. Jurnal Energi Terbarukan, 8(2), 65–73.

Rahmat, E., Iskandar, B. H., & Riyanto, M. (2020). Analisis konsumsi bahan bakar pada alat tangkap pasif dan aktif. Jurnal Teknologi Perikanan, 11(1), 19–28.

Subani, W., & Barus, H. R. (1989). Alat penangkapan ikan dan udang di Indonesia. Balai Penelitian Perikanan Laut.

Sudirman, & Mallawa, A. (2012). Teknik penangkapan ikan. Rineka Cipta.

Yusfiandayani, R., Baskoro, M. S., & Riyanto, M. (2016). Tingkat kerawanan ghost fishing pada perikanan tangkap skala kecil. Jurnal Perikanan Indonesia, 18(1), 1–9.

Yusfiandayani, R., Fitri, A. D. P., & Kurnia, M. (2017). Penilaian alat penangkapan ikan ramah lingkungan di perairan pesisir Indonesia. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 8(2), 117–126.

Yusfiandayani, R., & Wibowo, B. A. (2020). Selektivitas hasil tangkapan bagan berbasis cahaya. Jurnal Ilmu Perikanan, 25(3), 201–210.

Yusfiandayani, R., Nugroho, D., & Lestari, P. (2018). Dampak fisiologis alat tangkap pasif terhadap biota non-target. Jurnal Biologi Perairan, 6(1), 33–41.

Downloads

Published

2026-02-10

Citation Check