Pandangan Perempuan Etnis Batak Toba dalam Menghadapi Perkawinan Pariban di Kota Medan

Authors

  • Hanna Siregar Universitas Negeri Medan
  • Supsiloani Supsiloani Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.56127/jushpen.v4i2.2209

Keywords:

Perempuan Batak Toba, Perkawinan Pariban, Feminisme Liberal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan perempuan etnis Batak Toba dalam menghadapi perkawinan pariban di Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Batak Toba di Kota Medan memiliki pandangan yang bervariasi, namun mayoritas cenderung menolak atau bersikap kritis terhadap tradisi perkawinan pariban. Pandangan ini dipengaruhi oleh pandangan kritis terhadap relevansi tradisi perkawinan pariban di era modern, pengaruh pendidikan, dan lingkungan kota, serta sikap keluarga inti yang cenderung moderat.

References

Ahdiah, I. (2013). Peran-Peran perempuan Dalam Masyarakat. Academica FISIP UNTAD, 5(2).

Amin, S. (2015). Filsafat Feminisme (Studi Kritis Terhadap Gerakan Pembaharuan Perempuan di Dunia Barat dan Islam). Pekanbaru: Asa Riau.

Astuti, P., & Marhaeni, T. (2012). Ekofeminisme dan Peran Perempuan Dalam Lingkungan. Indonesian Journal of Conservation, 1(1).

Banjarnahor, M. D., & Widihastuti, S. (2022). Kewajiban Dilangsungkan nya Perkawinan adat Bagi Perempuan Batak Toba Di Naipospos Kota Sorong. Agora: Jurnal Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan, 11(5), 532-542.

Creswell, J. W. (2016). Research Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran (1st ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hutagaol, F. W., & Nurussa’adah, E. (2021). Etnografi Komunikasi Tradisi Pariban Dalam Pernikahan Adat Suku Batak Toba. Verba Vitae : Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 141-156.

Ishaya, C. P. (2016, May). Analisis Wacana Sara Mills dalam Film Dokumenter Battle for Sevastopol. Jakarta, Indonesia: Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Retrieved February 25, 2025 from https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35168

Kombongkila, G. R. (2021). Perkawinan Marpariban dalam Masyarakat Batak Toba dan Halangan Nikah dalam Kanon 1091. Aggiornamento: Jurnal Filsafat-Teologi Kontekstual, 2(2), 68-79.

Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. (Syahrani, Ed.) Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Antasari Press.

Rigitta, P. (2021). Analisis Kedudukan Sosial Perempuan Batak Toba Dalam Konteks Kesusastraan. Normatif, 1(1), 49-55.

Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81-95.

Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme. Yogyakarta: Garudhawaca.

Sani, R. A. (2022). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Simanjuntak, I. G., Angela, S., & Syailendra, M. R. (2023). Tinjauan Terhadap Perkawinan dalam Hukum Adat Batak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Veritas: Jurnal Program Pascasarjana Ilmu Hukum, 9(1), 15-26. From https://uia.e-journal.id/veritas/

Simatupang, J. B. (2021). Perempuan dalam Budaya Adat Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 10288-10296.

Susilastri, D. (2020). Resistensi Perempuan Subaltern Dalam Cerpen “Mince, Perempuan Dari Bakunase” Karya Fanny J. Poyk. Bidar, 10(1), 22-36.

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Siregar, H., & Supsiloani, S. (2025). Pandangan Perempuan Etnis Batak Toba dalam Menghadapi Perkawinan Pariban di Kota Medan. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(2), 28–37. https://doi.org/10.56127/jushpen.v4i2.2209