Petunjuk Penulisan
Petunjuk untuk Penulis
Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT)
Ketentuan Umum
Penulis harus melampirkan pernyataan kliren etik yang dapat diunduh pada website Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT). Petunjuk ini bukan template penulisan, dan penulis dapat menggunakan template yang disediakan di website Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT)
Naskah yang berhasil melalui seleksi hingga akhir dan layak terbit akan diminta kontribusinya.
Artikel yang diterima merupakan artikel yang belum pernah diterbitkan dan/atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di Jurnal lain. Setiap artikel yang berhasil melalui seleksi hingga akhir dan layak terbit di Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT) akan dikenakan biaya pengelolaan/pemrosesan (article processing cost). Jika hanya submit namun tidak lulus tahapan OJS maka penulis tidak perlu membayar.
Pada tahap awal, akan dilakukan pemeriksaan format artikel oleh Redaksi Pelaksana dan uji kemiripan artikel dengan menggunakan Ithenticate. Selanjutnya, setiap artikel akan diserahkan kepada Mitra Bestari (peer-reviewers) untuk ditelaah. Penelaahan oleh Mitra Bestari dilakukan secara anonim (blind-review), di mana kedua belah pihak tidak saling mengetahui. Hasil penilaian dari Mitra Bestari akan menjadi dasar bagi suatu artikel untuk dapat diterima atau tidak diterima di dalam jurnal. Jika dibutuhkan, penulis selalu dapat berkonsultasi dengan Dewan Redaksi mengenai proses pemuatan dan penerbitan artikel dalam jurnal.
Naskah artikel harus memenuhi petunjuk penulisan jurnal Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT), dalam format MS Word sesuai template yang tersedia di website. File naskah menggunakan format MS Word hingga edisi 2007 dengan format doc dan bukan docx. Naskah artikel harus diserahkan secara daring melalui Open Journal System di portal E-Journal Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT) (https://journal.admi.or.id/index.php/JUIT). Naskah artikel yang ditulis harus terdiri dari bagian penting suatu artikel ilmiah dengan urutan sebagai berikut:
(i) Judul Artikel,
(ii) Nama Penulis (tanpa gelar),
(iii) Alamat Afiliasi Penulis,
(iv) Abstrak serta Kata Kunci,
(v) Pendahuluan,
(vi) Metode,
(vii) Hasil dan Pembahasan,
(viii) Kesimpulan,
(ix) Persantunan, dan
(x) Daftar Pustaka.
Naskah artikel dapat ditulis dalam Bahas Inggris dengan jumlah minimal 10 halaman termasuk gambar dan tabel. Untuk menjaga kualitas tampilan artikel di dalam jurnal, penulis harus memperhatikan dengan seksama seluruh ketentuan penulisan di bawah ini.
Penulis Penanggungjawab atau Penulis Korespondensi (Corresponding Author) harus ditandai dengan tanda asterisk “*”, dan dituliskan alamat emailnya (lihat contoh). Seluruh hasil revisi artikel dan keputusan akhir hanya akan dikomunikasikan kepada Penulis Korespondensi melalui email. Jika penulis lebih dari satu, semua nama penulis harus dicantumkan, dipisahkan oleh koma (,), dan tanda "1" atau "2" dan seterusnya untuk membedakan afiliasinya. Kata pertama penulis (first name) tidak boleh disingkat. Jika nama penulis hanya terdiri dari satu kata, tuliskan nama sebenarnya dalam satu kata, namun demikian di dalam pengisian metadata versi online harus dituliskan dalam dua kata yang berisi nama yang sama (berulang).
Layout. Badan dari artikel harus tersusun dalam satu kolom. Dokumen ini dipersiapkan dalam format yang harus digunakan oleh setiap penulis dalam artikelnya. Untuk menjaga mutu penampilan jurnal, setiap artikel yang dikirim harus sesuai dengan spesifikasi berikut ini:
- Ukuran kertas A4 (21 cm x 29,7 cm)
- Pada halaman ke 1, margin atas (jarak antara ujung atas kertas terhadap bagian atas dari baris pertama dari judul) sebesar 4,0 cm. Sedangkan pada halaman ke 2 dan seterusnya, margin atas sebesar 3,0 cm.
- Margin kiri, bawah dan kanan untuk seluruh halaman artikel adalah sebesar 2,5 cm.
- Jarak Header dari tepi kertas sebesar 1,5 cm, sedangkan untuk Footer 2 cm.
- Jumlah halaman untuk setiap artikel adalah minimal 10 HALAMAN
- File petunjuk penulisan ini sudah menggunakan aturan dan format penulisan baku yang disarankan, sehingga bisa langsung dijadikan template.
Ketentuan untuk huruf dan paragraf.
a. Jenis font yang digunakan adalah Times New Roman untuk semua style.
b. Ukuran huruf yang harus digunakan dalam artikel adalah 14 point bold (untuk judul), 12 point (untuk nama penulis, afiliasi, dan alamat email), 10 point italic (untuk abstrak dan kata kunci), 11 point (untuk badan tulisan dan judul bagian maupun subbagian), serta 10 point (untuk headers dan footers).
c. Perlu diperhatikan bahwa tata cara penulisan paragraf yang diberlakukan adalah cara lurus, sehingga awal paragraf tidak diletakkan menjorok ke dalam.
d. Beri jarak 1.5 spasi (12 point) antar paragraf. Perhatikan juga ketentuan penulisan paragraf yang baik, antara lain jumlah kalimat dalam setiap paragraf, adanya kalimat utama, satu paragraf mengandung hanya satu gagasan utama, dan ketentuan baku lainnya.
e. Rumus-rumus matematika harus berupa Equation berukuran 11 point (menu tab Insert Equation), dengan ukuran subscripts and superscripts yang sedikit lebih kecil (9 point).
f. Judul artikel ditulis di tengah (centered) bagian atas pada halaman pertama. Nama penulis (tanpa gelar) diletakkan di bawah judul, dilanjutkan dengan afiliasi dan alamat email penulis pertama, semua ditempatkan di tengah (centered).
PETUNJUK TEKNIS
Jurnal ini menerima artikel hasil penelitian asli di bidang teknik dan sains terapan. Naskah yang dikirimkan harus merupakan karya ilmiah yang orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang diajukan atau diproses pada jurnal lain. Penulis wajib memastikan bahwa naskah telah disusun sesuai template jurnal dan mengikuti seluruh ketentuan penulisan yang berlaku. Kepatuhan terhadap pedoman ini akan memudahkan proses editorial, mempercepat penilaian awal, dan meningkatkan kualitas ilmiah naskah yang diterbitkan.
Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, sesuai kebijakan jurnal. Namun demikian, penulis sangat dianjurkan untuk menggunakan Bahasa Inggris akademik yang baik agar naskah memiliki keterbacaan yang lebih luas serta mendukung kualitas internasional jurnal. Seluruh bagian artikel harus ditulis secara sistematis, konsisten, dan mengikuti struktur yang telah ditetapkan oleh jurnal.
Title
Judul artikel harus disusun secara ringkas, jelas, dan mampu merepresentasikan isi penelitian secara akurat. Dalam jurnal ini, judul dianjurkan mengikuti rumus Objek Formal + Objek Material + Konteks. Dengan susunan tersebut, judul tidak hanya menunjukkan apa yang diteliti, tetapi juga menjelaskan material, sistem, metode, atau konteks penerapannya. Judul yang baik harus spesifik, tidak multitafsir, dan langsung mencerminkan fokus penelitian.
Penulis disarankan menghindari judul yang terlalu umum, terlalu panjang, atau mengandung singkatan yang tidak lazim. Panjang judul idealnya tidak melebihi 15–20 kata. Judul harus cukup informatif untuk menarik perhatian pembaca sekaligus membantu proses pengindeksan dan penelusuran artikel secara akademik.
Authors and Affiliations
Nama penulis harus dicantumkan tanpa gelar akademik maupun jabatan. Setiap penulis wajib disertai afiliasi institusi secara lengkap, alamat institusi, dan alamat email. Untuk keperluan korespondensi editorial, satu penulis harus ditetapkan sebagai corresponding author dan alamat emailnya harus dicantumkan secara jelas.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa urutan nama penulis, afiliasi, dan informasi korespondensi yang tercantum pada naskah adalah final saat artikel diserahkan. Perubahan susunan penulis setelah proses review dimulai hanya dapat dilakukan atas dasar alasan yang kuat dan dengan persetujuan editor.
Abstract
Abstrak harus ditulis dalam satu paragraf utuh dengan panjang sekitar 250–300 kata. Bagian ini berfungsi sebagai ringkasan menyeluruh dari keseluruhan artikel, sehingga pembaca dapat memahami substansi penelitian secara cepat tanpa harus membaca seluruh naskah terlebih dahulu. Oleh karena itu, abstrak harus disusun secara padat, informatif, dan langsung pada pokok persoalan.
Isi abstrak harus memuat latar belakang singkat mengenai masalah atau fenomena yang diteliti, tujuan utama penelitian, metode yang digunakan, hasil atau temuan utama, implikasi penelitian, serta kebaruan atau originalitas yang ditawarkan. Pada bagian tujuan, penulis perlu menjelaskan secara singkat apa yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut. Pada bagian metode, cukup dijelaskan pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, atau metode analisis yang digunakan tanpa memasukkan rincian teknis yang terlalu panjang.
Temuan utama harus menampilkan hasil yang paling signifikan dan relevan dengan bidang kajian. Implikasi penelitian perlu menunjukkan manfaat hasil penelitian, baik untuk pengembangan ilmu, aplikasi teknik, industri, maupun kebijakan. Di bagian akhir abstrak, penulis harus menegaskan unsur novelty atau kontribusi khas dari penelitian yang membedakannya dari studi sebelumnya. Abstrak tidak diperkenankan memuat sitasi, catatan kaki, atau singkatan yang belum dijelaskan. Setelah abstrak, penulis wajib menambahkan 3–5 kata kunci yang mewakili konsep utama penelitian.
Introduction
Bagian pendahuluan harus disusun secara sistematis dan argumentatif agar pembaca memahami alasan ilmiah dan praktis mengapa penelitian dilakukan. Dalam jurnal ini, introduction diharapkan terdiri atas tujuh paragraf yang bergerak dari persoalan umum menuju fokus penelitian yang spesifik.
Dua paragraf pertama harus memuat fakta sosial atau fakta empiris yang menunjukkan adanya persoalan nyata, kebutuhan teknis, perkembangan teknologi, tantangan industri, atau fenomena lain yang relevan dengan topik penelitian. Uraian ini perlu didukung oleh data statistik, laporan resmi, hasil survei, atau sumber terpercaya lainnya agar urgensi penelitian dapat terlihat dengan kuat. Penulis perlu menunjukkan bahwa topik yang diangkat bukan sekadar menarik secara akademik, tetapi juga penting secara praktis.
Tiga paragraf berikutnya harus memuat fakta literatur, yaitu pemetaan atas penelitian terdahulu yang relevan. Literatur tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi harus diorganisasi secara sistematis ke dalam beberapa kategori atau kelompok pembahasan agar perkembangan studi sebelumnya dapat terlihat dengan jelas. Dari pemetaan tersebut, penulis harus mengidentifikasi keterbatasan, kekurangan, atau celah penelitian yang belum terjawab secara memadai. Bagian ini menjadi dasar bagi munculnya research gap dan sekaligus menunjukkan posisi ilmiah artikel yang diajukan.
Paragraf keenam digunakan untuk menjelaskan tujuan penelitian. Penulis harus menyatakan secara tegas apa yang ingin dicapai, dijawab, diuji, dirancang, dianalisis, atau dikembangkan melalui penelitian ini. Tujuan tersebut harus konsisten dengan masalah dan research gap yang telah dijelaskan pada paragraf-paragraf sebelumnya.
Paragraf ketujuh digunakan untuk menyampaikan argumen atau hipotesis penelitian. Untuk penelitian kuantitatif, bagian ini dapat berupa hipotesis yang akan diuji. Untuk penelitian kualitatif, eksperimental, atau rekayasa, bagian ini dapat berupa argumen awal, proposisi, atau dugaan ilmiah yang memandu analisis. Dengan struktur seperti ini, pendahuluan tidak hanya berfungsi sebagai pengantar, tetapi juga sebagai fondasi konseptual bagi keseluruhan artikel.
Literature Position in the Manuscript
Jurnal ini tidak mewajibkan adanya subbab Literature Review yang berdiri sendiri. Oleh karena itu, penjelasan literatur harus diintegrasikan secara fungsional ke dalam bagian Introduction dan Discussion. Literatur dalam naskah tidak boleh hanya berisi definisi-definisi umum tanpa arah analitis, tetapi harus digunakan untuk membangun konteks masalah, menunjukkan research gap, membandingkan temuan, dan menegaskan kontribusi ilmiah penelitian.
Dengan pendekatan ini, penulis diharapkan menyusun naskah yang lebih fokus, argumentatif, dan efisien. Literatur harus hadir sebagai bagian dari logika penelitian, bukan sekadar sebagai kumpulan kutipan.
Research Method
Bagian metode penelitian harus menjelaskan secara rinci bagaimana penelitian dilakukan agar prosesnya dapat dipahami dengan jelas dan, bila memungkinkan, direplikasi oleh peneliti lain. Dalam jurnal ini, bagian research method diharapkan tersusun dalam lima paragraf utama yang menjelaskan objek penelitian, desain penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data.
Paragraf pertama harus menjelaskan unit analisis, yaitu apa yang menjadi objek utama penelitian. Unit analisis dapat berupa material, komponen, alat, sistem, model, populasi, sampel, atau fenomena tertentu, tergantung karakter penelitian. Penjelasan harus cukup spesifik agar pembaca memahami fokus penelitian sejak awal.
Paragraf kedua menjelaskan desain penelitian. Penulis harus menyebutkan apakah penelitian menggunakan pendekatan eksperimental, simulasi, numerik, kuantitatif, kualitatif, atau mixed-method, serta mengapa pendekatan tersebut dipilih. Alasan pemilihan desain harus relevan dengan tujuan penelitian agar tampak bahwa metode yang digunakan benar-benar sesuai untuk menjawab masalah yang dikaji.
Paragraf ketiga menjelaskan sumber data atau sumber informasi. Data dapat berasal dari eksperimen, pengukuran laboratorium, simulasi perangkat lunak, observasi lapangan, dokumen teknis, data sekunder, atau sumber lain yang relevan. Bila penelitian menggunakan sampel, instrumen, atau bahan tertentu, hal tersebut juga harus dijelaskan secara memadai.
Paragraf keempat memuat teknik pengumpulan data. Pada bagian ini, penulis menjelaskan bagaimana data diperoleh, misalnya melalui pengujian laboratorium, observasi, survei, pengukuran dengan alat, simulasi numerik, atau prosedur teknis lainnya. Jika penelitian menggunakan instrumen, perangkat lunak, parameter, atau standar tertentu, penulis harus menyebutkannya secara jelas.
Paragraf kelima menjelaskan analisis data. Penulis perlu menguraikan bagaimana data diolah, diuji, dibandingkan, dimodelkan, atau diinterpretasikan. Analisis dapat berupa analisis statistik, analisis numerik, model matematis, analisis tematik, atau pendekatan lain sesuai sifat penelitian. Bila relevan, penulis juga dianjurkan mencantumkan standar yang digunakan, seperti ASTM, ISO, SNI, atau standar teknis lain yang diakui.
Results
Bagian hasil harus menyajikan temuan penelitian secara objektif, sistematis, dan selaras dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan dalam introduction. Dalam jurnal ini, bagian results diharapkan terdiri atas minimal tiga subbab, dengan masing-masing subbab mewakili bukti empiris atau bukti analitis yang mendukung pencapaian tujuan penelitian.
Pada setiap subbab, penulis harus terlebih dahulu menyajikan data yang diperoleh dari eksperimen, simulasi, observasi, atau prosedur analisis lainnya. Data tersebut harus diperkuat dengan visualisasi yang relevan, seperti tabel, grafik, gambar, diagram, atau bentuk penyajian lain yang memudahkan pembaca memahami temuan. Setelah data ditampilkan, penulis perlu memberikan restatement, yaitu penjelasan ulang atas data yang telah disajikan agar maknanya lebih mudah dipahami.
Selanjutnya, penulis harus menyusun deskripsi berupa pola, tren, hubungan, perubahan, atau kecenderungan yang muncul dari data. Deskripsi ini harus berbasis pada bukti yang ditampilkan, bukan dugaan. Setelah itu, penulis dapat memberikan interpretasi awal yang menjelaskan makna langsung dari hasil tersebut, namun tanpa masuk terlalu jauh ke pembahasan teoritis atau komparatif yang lebih mendalam.
Bagian results harus tetap fokus pada apa yang ditemukan. Oleh karena itu, pembahasan yang terlalu luas, perbandingan dengan studi terdahulu, atau argumentasi teoritis yang mendalam sebaiknya ditempatkan pada bagian discussion.
Discussion
Bagian discussion bertujuan untuk memberikan analisis mendalam terhadap hasil penelitian. Pada bagian ini, penulis tidak lagi sekadar menyampaikan apa yang ditemukan, tetapi juga harus menjelaskan mengapa temuan tersebut muncul, bagaimana maknanya dipahami, sejauh mana hasil itu sejalan atau berbeda dengan penelitian terdahulu, serta kontribusi baru apa yang diberikan oleh penelitian.
Penulis dapat memulai discussion dengan merangkum secara singkat hasil utama yang paling penting. Setelah itu, hasil tersebut perlu dijelaskan secara analitis dengan menyoroti faktor penyebab, hubungan antarvariabel, mekanisme yang mungkin terjadi, atau dasar teoritis yang mendukung temuan. Penjelasan ini harus menunjukkan kedalaman analisis dan kemampuan penulis dalam menghubungkan hasil empiris dengan kerangka ilmiah yang relevan.
Langkah berikutnya adalah membandingkan hasil penelitian dengan studi-studi terdahulu. Melalui proses komparasi ini, penulis dapat menunjukkan apakah hasil penelitiannya menguatkan, memperluas, memodifikasi, atau bahkan berbeda dari temuan yang sudah ada. Pada titik ini, novelty penelitian harus terlihat dengan jelas. Penulis juga perlu menjelaskan implikasi dari hasil penelitian, baik secara teoritis maupun praktis. Implikasi tersebut dapat terkait dengan pengembangan teknologi, efisiensi sistem, peningkatan performa, penerapan industri, atau rekomendasi kebijakan teknis.
Karena discussion merupakan ruang utama untuk menempatkan hasil penelitian dalam konteks akademik yang lebih luas, penggunaan sitasi sangat dianjurkan pada bagian ini. Literatur harus dimanfaatkan untuk memperkuat interpretasi, bukan sekadar ditambahkan sebagai formalitas.
Conclusion
Bagian conclusion harus ditulis dalam tiga paragraf terpisah. Paragraf pertama berisi rumusan temuan utama penelitian. Pada bagian ini, penulis harus menjawab tujuan penelitian secara langsung dan merangkum hasil yang paling penting tanpa mengulang data atau angka secara rinci. Fokus paragraf ini adalah menunjukkan inti pelajaran yang diperoleh dari penelitian.
Paragraf kedua menjelaskan kontribusi ilmiah penelitian. Penulis perlu menegaskan apa sumbangan utama artikel ini terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, metode, pendekatan teknis, atau aplikasi rekayasa. Bila penelitian memiliki unsur kebaruan, bagian ini harus menyatakannya dengan jelas agar pembaca memahami nilai tambah penelitian dibandingkan studi sebelumnya.
Paragraf ketiga memuat keterbatasan penelitian dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Penulis harus secara jujur mengakui batasan yang dihadapi, baik terkait data, metode, instrumen, skala pengujian, maupun konteks penerapan. Setelah itu, penulis perlu memberikan saran yang relevan untuk pengembangan penelitian berikutnya, baik dalam bentuk perluasan variabel, penyempurnaan metode, peningkatan akurasi, maupun penerapan yang lebih luas. Bagian conclusion tidak diperkenankan memuat sitasi.
References
Daftar pustaka harus memuat seluruh sumber yang benar-benar dirujuk dalam naskah dan ditulis secara konsisten menggunakan APA Style edisi ke-7. Penulis sangat dianjurkan menggunakan perangkat manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero agar penulisan sitasi dan daftar pustaka lebih akurat, seragam, dan efisien.
Referensi yang digunakan sebaiknya didominasi oleh sumber primer, terutama artikel jurnal ilmiah yang relevan dan mutakhir. Penggunaan referensi dari jurnal internasional bereputasi sangat dianjurkan untuk memperkuat kualitas akademik naskah. Semua sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka harus benar-benar disitasi di dalam naskah, dan seluruh sitasi dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka. Penulis wajib memastikan bahwa format penulisan nama penulis, tahun, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI telah sesuai dengan gaya APA 7.
Contoh penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:
Hollowell, J., & Nicholas, G. (2009). Using ethnographic methods to articulate community-based conceptions of cultural heritage management. Public Archaeology, 8(2–3), 141–160. https://doi.org/10.1179/175355309X457196
Figures, Tables, and Equations
Gambar, tabel, dan persamaan harus disajikan secara rapi, jelas, dan relevan dengan isi naskah. Gambar harus memiliki resolusi yang memadai agar tetap terbaca dengan baik saat dipublikasikan, dan setiap gambar harus diberi nomor serta caption yang informatif. Tabel harus diberi nomor dan judul yang jelas, serta disusun secara ringkas agar mudah dipahami pembaca.
Jika gambar atau tabel diambil, diadaptasi, atau dikembangkan dari sumber lain, penulis wajib mencantumkan sumbernya secara tepat. Persamaan matematika harus ditulis menggunakan equation editor dan diberi nomor apabila dirujuk dalam pembahasan. Simbol, variabel, dan satuan dalam persamaan harus dijelaskan secara konsisten di dalam naskah.
Ethics and Plagiarism
Jurnal hanya menerima naskah yang menjunjung tinggi etika publikasi ilmiah. Oleh karena itu, setiap naskah harus bebas dari plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi data, dan bentuk pelanggaran etika lainnya. Penulis bertanggung jawab penuh atas keaslian isi artikel, akurasi data, dan keabsahan seluruh sumber yang digunakan.
Jika penelitian melibatkan subjek manusia, hewan, atau data sensitif, penulis harus memastikan bahwa penelitian telah dilakukan sesuai prinsip etika yang berlaku dan, bila diperlukan, telah memperoleh persetujuan etik dari lembaga yang berwenang. Jurnal berhak menolak naskah atau menarik artikel yang terbukti melanggar etika publikasi.
Submission
Naskah harus dikirimkan melalui sistem OJS jurnal dalam format dokumen yang telah ditentukan, umumnya .doc atau .docx. Sebelum mengirimkan artikel, penulis harus memastikan bahwa naskah telah mengikuti template jurnal, struktur penulisan telah lengkap, sitasi dan daftar pustaka telah sesuai, dan seluruh metadata penulis telah diisi dengan benar pada sistem.
Kelengkapan dokumen dan kepatuhan terhadap pedoman penulisan akan sangat membantu proses evaluasi awal oleh editor. Naskah yang tidak sesuai dengan pedoman dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sebelum diproses lebih lanjut.
Review Process
Setiap naskah yang masuk akan melalui proses seleksi awal oleh editor untuk menilai kesesuaian topik, kualitas dasar naskah, kelengkapan struktur, dan kepatuhan terhadap pedoman jurnal. Naskah yang lolos tahap awal selanjutnya akan diproses melalui mekanisme double-blind peer review, di mana identitas penulis dan reviewer saling dirahasiakan demi menjaga objektivitas penilaian.
Berdasarkan hasil review, keputusan editorial dapat berupa diterima, revisi minor, revisi mayor, atau ditolak. Penulis diharapkan menanggapi komentar reviewer secara akademik, sistematis, dan tepat waktu. Keputusan akhir penerbitan sepenuhnya berada pada kewenangan editor berdasarkan hasil review dan standar mutu jurnal.














