Peran Platform Digital (Media Sosial, Aplikasi, dan AI) terhadap Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Mahasiswa di Era Digital: Studi pada Praktik Microlearning dan Interaksi Daring
DOI:
https://doi.org/10.56127/jammu.v4i03.2574Abstract
Perkembangan platform digital seperti media sosial, aplikasi pembelajaran, dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang baru dalam peningkatan keterampilan Bahasa Inggris, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh pola pemanfaatan, intensitas microlearning, dan kualitas interaksi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran platform digital (media sosial, aplikasi, dan AI) terhadap peningkatan keterampilan Bahasa Inggris mahasiswa, khususnya melalui praktik microlearning dan interaksi daring. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest dan pendalaman kualitatif. Responden adalah mahasiswa perguruan tinggi yang memanfaatkan platform digital untuk belajar Bahasa Inggris selama periode intervensi terstruktur (misalnya 4–6 minggu). Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes kemampuan (vocabulary, reading, writing/speaking sederhana), kuesioner intensitas microlearning, serta skala persepsi manfaat (kemudahan, umpan balik, motivasi, dan kepercayaan diri). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara/FGD untuk menggali pengalaman belajar, hambatan, dan strategi yang dianggap paling efektif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan uji beda berpasangan serta analisis hubungan (korelasi/regresi), sedangkan data kualitatif dianalisis tematik. Temuan menunjukkan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris setelah intervensi, terutama pada penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, dan kepercayaan diri dalam praktik komunikasi. Intensitas microlearning harian berhubungan positif dengan peningkatan skor, sementara penggunaan AI (misalnya chatbot) dinilai membantu melalui umpan balik cepat, latihan percakapan, dan koreksi struktur kalimat. Implikasi penelitian menekankan pentingnya integrasi platform digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris secara terarah, disertai panduan literasi digital dan etika penggunaan AI agar pembelajaran tetap kritis, aman, dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Orisinalitas penelitian terletak pada pemetaan komparatif peran media sosial, aplikasi, dan AI secara bersamaan, serta penekanan pada mekanisme microlearning dan interaksi daring sebagai faktor kunci peningkatan keterampilan Bahasa Inggris mahasiswa di era digital.













