Implementasi Safety Induction dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT Contemporary Amperex Technology Limited Energy Engineering (PT CCIEE)

Authors

  • Wieke Widhiantika Universitas Sehati Indonesia, Indonesia
  • Wendi Darmawan Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Iin Ira Kartika Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Jumaedi Jumaedi Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Devi Fitriyastanti Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Chaerani Tri Yuliana Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Yasin Azhari Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Putri Gustinar Mulyana Universitas Sehati Indonesia , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2782

Keywords:

scissor lift, safety induction, keselamatan kerja, K3, budaya keselamatan, SMK3

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, terutama pada sektor konstruksi dan industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan perusahaan adalah melalui pelaksanaan safety induction, yaitu kegiatan pengenalan awal bagi pekerja baru, kontraktor, maupun tamu sebelum memasuki area kerja untuk memberikan pemahaman mengenai potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur tanggap darurat, serta aturan keselamatan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi safety induction dan perannya dalam meningkatkan keselamatan kerja di PT Contemporary Amperex Technology Limited Energy Engineering (PT CCIEE), Kabupaten Karawang, dengan menggunakan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Pengamatan dilakukan secara langsung pada kegiatan safety induction, toolbox meeting, general safety talk, safety patrol, dan inspeksi keselamatan yang dilaksanakan oleh Departemen Health, Safety and Environment (HSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety induction berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja melalui pemahaman mengenai risiko kerja, pengendalian bahaya, penggunaan APD yang benar, serta tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi darurat. Selain itu, program ini mendukung pembentukan budaya keselamatan kerja yang positif dan berkelanjutan sehingga dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan kerja serta mendukung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, safety induction perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja keselamatan kerja.

References

Bahn, S., & Barratt-Pugh, L. (2012). Safety induction and training in the construction industry. Journal of Workplace Learning, 24(7), 522–537.

Bird, F. E., & Germain, G. L. (1996). Practical loss control leadership. Loganville, GA: Institute Publishing.

Canadian Centre for Occupational Health and Safety. (2022). Hazard and risk assessment in workplace safety. Ontario, Canada: CCOHS.

Cooper, D. (2000). Towards a model of safety culture. Safety Science, 36(2), 111–136.

Fang, D., Zhao, C., & Zhang, M. (2016). A cognitive model of construction workers’ unsafe behaviors. Journal of Construction Engineering and Management, 142(9), 04016039.

Geller, E. S. (2001). The psychology of safety handbook. Boca Raton, FL: CRC Press.

Goetsch, D. L. (2015). Occupational safety and health for technologists, engineers, and managers (8th ed.). New York, NY: Pearson.

Hinze, J., Thurman, S., & Wehle, A. (2013). Leading indicators of construction safety performance. Safety Science, 51(1), 23–28.

International Labour Organization. (2024). Safety and health at work: Global estimates and trends. Geneva: ILO.

Kines, P., Andersen, L. P. S., Spangenberg, S., Mikkelsen, K. L., Dyreborg, J., & Zohar, D. (2010). Improving construction site safety through leader-based verbal safety communication. Journal of Safety Research, 41(5), 399–406.

Lingard, H., & Rowlinson, S. (2005). Occupational health and safety in construction project management. London: Spon Press.

Occupational Safety and Health Administration. (2023). Recommended practices for safety and health programs. Washington, DC: U.S. Department of Labor.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Reason, J. (1997). Managing the risks of organizational accidents. London: Ashgate.

SNI 13-7083-2005. (2005). Tata cara induksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Vinodkumar, M. N., & Bhasi, M. (2010). Safety management practices and safety behaviour. Accident Analysis and Prevention, 42(6), 2082–2093.

Yenni, M., Sari, N., & Putra, A. (2023). Analisis pelaksanaan safety induction terhadap pemahaman pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 85–94.

Zohar, D. (2010). Thirty years of safety climate research: Reflections and future directions. Accident Analysis and Prevention, 42(5), 1517–1522.

Zou, P. X. W., Sunindijo, R. Y., & Dainty, A. (2014). Construction safety management systems and methods of safety performance measurement. Singapore: Springer.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Widhiantika, W., Darmawan, W., Kartika, I. I., Jumaedi, J., Fitriyastanti, D., Yuliana, C. T., … Mulyana, P. G. (2025). Implementasi Safety Induction dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT Contemporary Amperex Technology Limited Energy Engineering (PT CCIEE).  Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 4(01), 97–104. https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2782

Citation Check

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)