EDUKASI PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL UNTUK KESEHATAN KELUARGA DI DESA HAMPARAN PERAK MEDAN

Authors

  • Rahma Yulia Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Salman Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Meutia Indriana Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Sudewi Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Muzakkir Universitas Tjut Nyak Dhien

DOI:

https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2101

Keywords:

edukasi herbal, TOGA, kemandirian kesehatan, UMKM herbal, Desa Hamparan Perak

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian warga Desa Hamparan Perak, Medan, dalam mengelola tanaman obat keluarga (TOGA) melalui pelatihan pembuatan produk herbal yang disesuaikan dengan potensi lokal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi dan Kesehatan Universitas Tjut Nyak Dhien Medan dan melibatkan 30 peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi secara langsung, serta pendampingan intensif dalam pembuatan tiga jenis produk herbal, yaitu serbuk jahe (untuk meningkatkan daya tahan tubuh), sirup temulawak (sebagai penambah nafsu makan), dan teh celup umbi bit (yang bersifat antioksidan). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dari nilai rata-rata pre-test 47,5% menjadi 88,2% pada post-test, dengan pemahaman tertinggi pada materi sterilisasi botol (95%) dan masa simpan produk (90% memahami bahwa sirup herbal hanya bertahan satu minggu tanpa pengawet). Sekitar 80% peserta berhasil menguasai keterampilan teknis, seperti takaran pembuatan sirup temulawak dan pengemasan teh bit secara vakum. Dampak ekonomi terlihat dari terbentuknya kelompok usaha mikro “Herbal Sehat” yang memproduksi dan menjual sirup temulawak (Rp 20.000/botol) dan teh celup bit (Rp 15.000/kemasan), serta tercatat penghematan biaya kesehatan keluarga hingga Rp 100.000 per bulan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjang oleh metode pembelajaran praktik, media visual, dan acuan standar BPOM 2021. Tantangan dalam memahami kandungan aktif herbal pada sebagian peserta (20%) diatasi melalui pendampingan lanjutan via grup WhatsApp.

References

[1] N. Afifah et al., "Community empowerment in herbal medicine production," J. Pemberdayaan Masyarakat, vol. 7, no. 1, pp. 45–60, 2022.

[2] N. Afifah et al., "Quality improvement of home-made herbal products in rural Indonesia," J. Community Empower., vol. 8, no. 2, pp. 112–125, 2025.

[3] Barus et al., "Pengembangan tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kesehatan dan kemandirian ekonomi di Desa Klumpang Kebun," J. Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 57–63, 2024.

[4] BPOM RI, Pedoman pembuatan sediaan herbal rumahan. Jakarta: BPOM, 2021.

[5] Kemenkes RI, Potensi tanaman obat Indonesia. Jakarta: Kemenkes, 2021.

[6] Kemenkes RI, Permenkes No. 9 Tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat. Jakarta: Kemenkes, 2016.

[7] D. Pratiwi, "Effective hands-on training for herbal skills," Health Educ. J., vol. 80, no. 3, pp. 112–125, 2021.

[8] A. Savitri, Tanaman ajaib basmi penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga): Mengenali ragam dan khasiat TOGA, meramu jamu tradisional/herbal dengan TOGA. Depok: Bibit Publisher, 2016.

[9] WHO, Traditional medicine strategy 2020–2023. Geneva: WHO Press, 2020.

[10] WHO, Global report on traditional and complementary medicine. Geneva: WHO Press, 2024.

[11] L. Zhang, "Herbal-drug interactions: A 2025 perspective," J. Ethnopharmacol., vol. 285, p. 114987, 2025.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Yulia, R., salman, S., Indriana , M., Sudewi, S., & Muzakkir, M. (2025). EDUKASI PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL UNTUK KESEHATAN KELUARGA DI DESA HAMPARAN PERAK MEDAN.  Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 4(01), 12–17. https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2101

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.