Membangun Generasi Sehat Melalui Implementasi Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) pada Anak Di Lingkungan Sekolah SD Negeri 060933 JL. Pintu Air II Lingkungan XI Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Tahun 2025

Authors

  • Rolasnih Lilista Simbolon Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Lisdayanti Simanjuntak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Asnita Sinaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Mesrida Simarmata Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Luwes Rizky Andriani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Titis Jernih Wati Gea Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Devi Angelina Br Sianturi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Widiafitri Hrp Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia
  • Dinna Olifia Nainggolan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56127/jammu.v4i03.2617

Keywords:

Rebranding, Workshop, Kemasan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak workshop pengemasan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Al Rosyid Bojonegoro terhadap peningkatan daya saing produk batik Manda Batik di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Manda Batik awalnya merupakan UMKM binaan pemerintah daerah yang berdiri sejak 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Pendampingan berupa workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop pengemasan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kemasan produk Manda Batik, sehingga meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Selain itu, workshop juga memberikan pengetahuan baru kepada para pengrajin batik mengenai pentingnya desain kemasan yang menarik dan informatif.

References

[1]Adisasmito, W. (2020). Faktor Risiko Penyakit Menular di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

[2]Afriyani, R., & Nurhidayah, D. (2022). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah Dasar terhadap Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 11(1), 56–63.

[3]Aminah, S., & Rahmawati, N. (2021). Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular di Sekolah Dasar. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(2), 45–51.

[4]Apriyanti, R., & Nuraini, T. (2022). Pengaruh Edukasi PHBS terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia, 2(1), 34–40.

[5]Azwar, A. (2020). Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara.

[6]Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan.

[7]Hidayat, A. A. A. (2021). Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

[8]Indrawati, E., & Siregar, A. M. (2022). Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan PHBS pada Anak Sekolah Dasar di Medan Johor. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI), 5(1), 88–95.

[9]Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

[10]Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

[11]Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Implementasi Sekolah Sehat. Jakarta: Kemendikbudristek.

[12]Notoatmodjo, S. (2022). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

[13]Nurulita, D., & Pratiwi, R. (2021). Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Sekolah Dasar melalui Pengukuran Berat dan Tinggi Badan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 5(3), 233–240.

[14]Puspitasari, D., & Lestari, F. (2022). Analisis Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Sekolah Dasar di Daerah Perkotaan. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 112–119.

[15]Putri, D. R., & Nugroho, A. (2021). Hubungan Pengetahuan tentang PHBS dengan Perilaku Mencuci Tangan pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(2), 120–128.

[16]Rahmadani, L., & Fitria, D. (2021). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan ISPA pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri (JPMM), 2(2), 75–83.

[17]Rohmah, S. N., & Lestari, S. (2023). Implementasi Program PHBS dalam Pencegahan Penyakit Menular di Sekolah Dasar. Jurnal Abdimas Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 4(1), 58–65.

[18]Sustainable Development Goals (SDGs). (2025). Goal 3: Ensure Healthy Lives and Promote Well-being for All at All Ages. United Nations. Retrieved from https://sdgs.un.org/goals/goal3

[19]World Health Organization (WHO). (2025). World Health Statistics 2025: Monitoring Health for the SDGs. Geneva: WHO Press.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Simbolon, R. L., Simanjuntak, L., Sinaga, A., Simarmata, M., Andriani, L. R., Gea, T. J. W., … Nainggolan, D. O. (2025). Membangun Generasi Sehat Melalui Implementasi Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) pada Anak Di Lingkungan Sekolah SD Negeri 060933 JL. Pintu Air II Lingkungan XI Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Tahun 2025.  Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 4(03), 82–86. https://doi.org/10.56127/jammu.v4i03.2617

Citation Check

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.