Pemanfaatan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Volume ASI pada Ibu Menyusui
DOI:
https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2785Keywords:
ASI, ASI eksklusif, ibu menyusui, pijat oksitosin, postpartumAbstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap, antibodi, dan faktor pertumbuhan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Namun, masih banyak ibu menyusui mengalami masalah produksi ASI yang kurang lancar. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat mendukung produksi ASI adalah pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pemanfaatan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cengkong, Karawang, pada 10–28 Maret 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu menyusui. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pijat oksitosin, diskusi, tanya jawab, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi edukasi mencakup ASI eksklusif, peran hormon oksitosin, masalah menyusui, serta teknik pijat oksitosin yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami manfaat serta praktik pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat memberikan efek relaksasi, menurunkan kecemasan, merangsang refleks pengeluaran ASI, dan membantu memperlancar produksi ASI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui serta mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
References
Binns, C., Lee, M., & Low, W. Y. (2016). The long-term public health benefits of breastfeeding. Asia Pacific Journal of Public Health, 28(1), 7–14. https://doi.org/10.1177/1010539515624964
Dewey, K. G. (2001). Maternal and fetal stress are associated with impaired lactogenesis in humans. The Journal of Nutrition, 131(11), 3012S–3015S. https://doi.org/10.1093/jn/131.11.3012S
Handayani, L., Kapota, W. N., & Oktavianto, E. (2019). Hubungan status ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada batita. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 15(2), 90–98.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman pemberian makanan bayi dan anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kim, S. Y., & Yi, D. Y. (2020). Components of human breast milk: From macronutrient to microbiome and microRNA. Clinical and Experimental Pediatrics, 63(8), 301–309. https://doi.org/10.3345/cep.2020.00059
Lawrence, R. A., & Lawrence, R. M. (2016). Breastfeeding: A guide for the medical profession (8th ed.). Philadelphia, PA: Elsevier.
Meek, J. Y., & Noble, L. (2022). Policy statement: Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics, 150(1), e2022057988. https://doi.org/10.1542/peds.2022-057988
Roesli, U. (2018). Inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif. Jakarta: Pustaka Bunda.
Rollins, N. C., Bhandari, N., Hajeebhoy, N., Horton, S., Lutter, C. K., Martines, J. C., ... Victora, C. G. (2016). Why invest, and what it will take to improve breastfeeding practices? The Lancet, 387(10017), 491–504. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01044-2
Sari, N., Suryani, D., & Anggraini, R. (2021). Pemberian ASI eksklusif dan hubungannya dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 120–128.
UNICEF. (2021). Breastfeeding: A mother’s gift, for every child. New York, NY: UNICEF.
Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J. D., França, G. V. A., Horton, S., Krasevec, J., ... Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 387(10017), 475–490. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01024-7
Wambach, K., & Spencer, B. (2021). Breastfeeding and human lactation (6th ed.). Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning.
World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization, & UNICEF. (2018). Implementation guidance: Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services. Geneva: World Health Organization.













