Pengaruh Edukasi Manfaat Kompres Hangat Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenore di SMA Sehati Karawang

Authors

  • Ade Krisna Ginting Universitas Sehati Indonesia, Indonesia
  • Euis Atikah Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Rina Dwi Anggraeni Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Anisa Sekar Kedaton Universitas Sehati Indonesia , Indonesia
  • Delcy Regiana Putri Universitas Sehati Indonesia , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2786

Keywords:

dismenore, edukasi kesehatan, kesehatan remaja, kompres hangat, nyeri menstruasi

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nonfarmakologis menyebabkan banyak remaja memilih menggunakan obat pereda nyeri atau membiarkan keluhan berlangsung tanpa penanganan yang tepat. Edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cara mengatasi nyeri menstruasi secara aman dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai manfaat kompres hangat sebagai terapi nonfarmakologis dismenore. Kegiatan dilaksanakan di SMA Sehati Karawang pada Juni 2025 dengan melibatkan 30 remaja putri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan kompres hangat, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 26,7% peserta memiliki pengetahuan kurang dan 73,3% memiliki pengetahuan cukup. Setelah edukasi, sebanyak 93,3% peserta memiliki pengetahuan baik. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai manfaat kompres hangat efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore secara nonfarmakologis. Program ini berkontribusi dalam promosi kesehatan reproduksi dan mendorong penerapan perawatan mandiri yang aman selama menstruasi.

References

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2018). Dysmenorrhea and endometriosis in the adolescent. ACOG Committee Opinion, 760, 1–6.

Armour, M., Parry, K., Manohar, N., Holmes, K., Ferfolja, T., Curry, C., ... Smith, C. A. (2019). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in 21,573 young women: A systematic review and meta-analysis. Journal of Women's Health, 28(8), 1161–1171. https://doi.org/10.1089/jwh.2018.7615

Burnett, M., & Lemyre, M. (2017). No. 345-primary dysmenorrhea consensus guideline. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 39(7), 585–595. https://doi.org/10.1016/j.jogc.2016.12.023

Coco, A. S. (1999). Primary dysmenorrhea. American Family Physician, 60(2), 489–496.

Dawood, M. Y. (2006). Primary dysmenorrhea: Advances in pathogenesis and management. Obstetrics & Gynecology, 108(2), 428–441. https://doi.org/10.1097/01.AOG.0000230214.26638.0c

De Sanctis, V., Soliman, A. T., Elsedfy, H., Soliman, N. A., Elalaily, R., & El Kholy, M. (2015). Dysmenorrhea in adolescents and young adults: A review in different countries. Acta Bio Medica, 87(3), 233–246.

Jo, J., & Lee, S. H. (2018). Heat therapy for primary dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis of its effects on pain relief and quality of life. Scientific Reports, 8(1), 16252. https://doi.org/10.1038/s41598-018-34303-z

Kannan, P., Claydon, L. S., Miller, D., & Chapple, C. M. (2022). Effectiveness of physiotherapy interventions in primary dysmenorrhea: Systematic review and meta-analysis. BMC Women's Health, 22(1), 201. https://doi.org/10.1186/s12905-022-01764-9

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., & Alden, K. R. (2020). Maternity and women's health care (12th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.

Notoatmodjo, S. (2020). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P., & Hall, A. (2021). Fundamentals of nursing (10th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.

Proctor, M., & Farquhar, C. (2006). Diagnosis and management of dysmenorrhoea. BMJ, 332(7550), 1134–1138. https://doi.org/10.1136/bmj.332.7550.1134

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wong, C. L., Farquhar, C., Roberts, H., & Proctor, M. (2009). Oral contraceptive pill for primary dysmenorrhoea. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2009(2), CD002120. https://doi.org/10.1002/14651858.CD002120.pub3

World Health Organization. (2024). Adolescent and young adult health. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Women's reproductive health. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

Yeh, M. L., Chen, H. H., & Liu, P. H. (2019). Effects of heating therapy on pain and quality of life in women with primary dysmenorrhea: A systematic review. Journal of Clinical Nursing, 28(21–22), 3894–3905. https://doi.org/10.1111/jocn.14996

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Ginting, A. K., Atikah, E., Anggraeni, R. D., Kedaton, A. S., & Putri, D. R. (2025). Pengaruh Edukasi Manfaat Kompres Hangat Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenore di SMA Sehati Karawang.  Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 4(01), 48–52. https://doi.org/10.56127/jammu.v4i01.2786

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.