ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) POLICY
1. Ketentuan Umum
Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT) mengakui perkembangan dan manfaat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung kegiatan penelitian, penulisan ilmiah, analisis data, dan publikasi akademik, khususnya dalam bidang teknik dan teknologi.
JUIT memperbolehkan penggunaan teknologi berbasis AI, termasuk ChatGPT (OpenAI), Gemini (Google), Claude (Anthropic), GitHub Copilot, serta aplikasi kecerdasan buatan lainnya, sepanjang penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai dengan prinsip integritas akademik serta etika publikasi ilmiah.
Penggunaan AI harus berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan ilmiah, bukan sebagai pengganti kontribusi intelektual, kemampuan analisis, penalaran ilmiah, atau tanggung jawab manusia.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh penulis, mitra bestari (reviewer), dan editor yang terlibat dalam proses publikasi JUIT.
2. Penggunaan AI yang Diperbolehkan bagi Penulis
JUIT memperbolehkan penulis menggunakan teknologi AI untuk kegiatan akademik dan penelitian yang sah, meliputi:
2.1 Penyuntingan Bahasa dan Pemeriksaan Tata Bahasa
AI dapat digunakan untuk memperbaiki tata bahasa, ejaan, tanda baca, struktur kalimat, keterbacaan, dan kualitas bahasa akademik tanpa mengubah substansi atau makna ilmiah naskah.
2.2 Penyusunan dan Pengorganisasian Naskah
AI dapat digunakan untuk membantu penyusunan kerangka artikel, pengorganisasian paragraf, perbaikan alur argumentasi, serta peningkatan kejelasan penyajian informasi ilmiah.
2.3 Penelusuran Literatur Ilmiah
AI dapat membantu penulis mengidentifikasi literatur yang relevan, perkembangan penelitian, dan potensi kesenjangan penelitian (research gap).
Seluruh referensi, kutipan, identitas publikasi, dan DOI yang diperoleh melalui bantuan AI wajib diperiksa serta diverifikasi secara mandiri melalui sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.4 Pemrograman dan Analisis Komputasi
AI dapat digunakan untuk membantu penyusunan kode program, pengembangan algoritma, identifikasi kesalahan pemrograman, pemodelan matematis, serta pengembangan metode komputasi.
Penulis wajib melakukan pengujian dan validasi terhadap kode program, algoritma, maupun hasil komputasi yang dihasilkan dengan bantuan AI.
2.5 Simulasi Teknik dan Analisis Data
AI dapat digunakan untuk mendukung pengolahan data, analisis statistik, simulasi numerik, optimasi, Computational Fluid Dynamics (CFD), Finite Element Analysis (FEA), pembelajaran mesin (machine learning), serta aplikasi komputasi lainnya dalam bidang teknik.
Seluruh hasil analisis dan simulasi harus diverifikasi berdasarkan metode ilmiah yang sesuai.
2.6 Pembuatan Tabel, Gambar, dan Visualisasi Data
AI dapat membantu pembuatan tabel, diagram, ilustrasi teknik, abstrak grafis, serta visualisasi data penelitian.
Seluruh materi visual harus mencerminkan data dan hasil penelitian yang sebenarnya serta tidak boleh digunakan untuk menyesatkan pembaca.
2.7 Penerjemahan Naskah Ilmiah
AI dapat digunakan untuk menerjemahkan naskah ilmiah ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan tetap mempertahankan ketepatan terminologi teknik dan makna ilmiah.
3. Penggunaan AI yang Dilarang
JUIT melarang penggunaan teknologi AI yang berpotensi melanggar integritas akademik dan etika publikasi ilmiah.
Penggunaan AI yang dilarang meliputi:
-
Membuat, memalsukan, atau memanipulasi data eksperimen, hasil pengukuran, hasil simulasi, maupun temuan penelitian.
-
Menghasilkan referensi, kutipan, DOI, atau informasi bibliografi fiktif.
-
Menyajikan hasil perhitungan, analisis, atau simulasi yang dihasilkan AI sebagai bukti ilmiah yang telah tervalidasi tanpa pemeriksaan yang memadai.
-
Memanipulasi gambar eksperimen, ilustrasi teknik, maupun visualisasi hasil penelitian secara menyesatkan.
-
Menggunakan konten AI dengan cara yang melanggar hak cipta, hak kekayaan intelektual, atau ketentuan integritas akademik.
-
Mengirimkan naskah yang dihasilkan AI tanpa kontribusi intelektual manusia yang bermakna, verifikasi ilmiah, dan tanggung jawab penulis.
-
Mengunggah naskah yang belum diterbitkan, data penelitian rahasia, desain teknik yang dilindungi, atau informasi sensitif ke platform AI tanpa izin dan perlindungan yang memadai.
-
Menggunakan AI untuk menyembunyikan plagiarisme, memalsukan kontribusi penelitian, atau memberikan gambaran yang tidak benar mengenai proses penelitian.
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat mengakibatkan penolakan naskah, permintaan perbaikan, koreksi publikasi, pencabutan artikel (retraction), atau tindakan editorial lainnya sesuai tingkat pelanggaran.
4. Transparansi dan Pernyataan Penggunaan AI
JUIT mewajibkan penulis untuk mengungkapkan penggunaan AI generatif yang memberikan kontribusi substantif dalam penyusunan naskah, analisis penelitian, pemrograman, pembuatan konten ilmiah, maupun visualisasi data.
Pernyataan penggunaan AI sekurang-kurangnya mencakup:
-
Nama aplikasi atau teknologi AI yang digunakan beserta penyedianya.
-
Tujuan penggunaan AI dalam proses penelitian atau penulisan.
-
Bagian naskah atau kegiatan penelitian yang memperoleh bantuan AI.
-
Prosedur pemeriksaan atau validasi terhadap keluaran AI, apabila relevan.
Penggunaan AI yang terbatas pada pemeriksaan ejaan, tanda baca, dan perbaikan tata bahasa sederhana tanpa mengubah substansi ilmiah pada umumnya tidak memerlukan deklarasi khusus.
Contoh Pernyataan Penggunaan AI
Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan
"Penulis menyatakan telah menggunakan [Nama Aplikasi AI] yang dikembangkan oleh [Nama Penyedia] untuk membantu [Tujuan Penggunaan] dalam proses penyusunan naskah ini. Seluruh konten yang dihasilkan dengan bantuan AI telah diperiksa, diverifikasi, dan disetujui oleh penulis. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas keakuratan, orisinalitas, validitas, dan integritas ilmiah artikel ini."
Apabila penulis tidak menggunakan AI generatif, pernyataan berikut dapat dicantumkan:
"Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat penggunaan teknologi kecerdasan buatan generatif dalam proses penyusunan naskah ini."
5. Penggunaan AI dalam Kepengarangan
JUIT tidak mengakui sistem kecerdasan buatan sebagai penulis atau penulis bersama (co-author) dalam artikel ilmiah.
Teknologi AI tidak dapat memenuhi tanggung jawab akademik dan etika kepengarangan, termasuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian, menyetujui naskah akhir, menyampaikan konflik kepentingan, dan menjamin integritas ilmiah.
Hanya individu yang memenuhi kriteria kepengarangan jurnal yang dapat dicantumkan sebagai penulis.
Seluruh penulis bertanggung jawab terhadap keakuratan, orisinalitas, validitas ilmiah, dan kepatuhan etika atas naskah yang dikirimkan, terlepas dari penggunaan teknologi AI.
6. Penggunaan AI dalam Penelitian Teknik dan Studi Komputasi
Mengingat ruang lingkup JUIT mencakup berbagai bidang teknik dan teknologi, penggunaan AI dalam penelitian eksperimental, perancangan teknik, simulasi numerik, dan analisis komputasi harus memperhatikan prinsip validitas serta reproduktibilitas ilmiah.
Penulis yang menggunakan AI dalam penelitian teknik wajib memastikan bahwa:
-
Perhitungan teknik dan formulasi matematis memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
-
Simulasi numerik menggunakan asumsi pemodelan, kondisi batas, serta prosedur validasi yang sesuai.
-
Metode pemrograman dan komputasi yang dibantu AI didokumentasikan secara memadai agar penelitian dapat direproduksi.
-
Data eksperimen dan hasil pengujian laboratorium tidak direkayasa, dipalsukan, atau dimanipulasi.
-
Prediksi yang dihasilkan AI dibedakan secara jelas dari hasil pengukuran eksperimental atau hasil yang telah tervalidasi.
-
Keterbatasan dan ketidakpastian metode berbantuan AI dijelaskan secara proporsional.
Apabila AI merupakan bagian utama dari metodologi penelitian, penulis wajib memberikan informasi metodologis yang cukup untuk memungkinkan evaluasi dan reproduksi penelitian.
7. Penggunaan AI oleh Mitra Bestari (Reviewer)
Mitra bestari wajib menjaga kerahasiaan, independensi, objektivitas, dan integritas proses penelaahan sejawat (peer review).
Reviewer dilarang mengunggah naskah yang belum diterbitkan, informasi penelitian yang bersifat rahasia, data teknik yang dilindungi, atau identitas penulis ke platform AI eksternal tanpa izin editorial dan perlindungan kerahasiaan yang memadai.
Penggunaan AI untuk bantuan administratif atau penyuntingan bahasa secara terbatas dapat dilakukan apabila diizinkan oleh jurnal.
Namun, evaluasi terhadap metodologi penelitian, perhitungan teknik, validitas eksperimen, orisinalitas, dan kualitas ilmiah naskah harus tetap dilakukan melalui penilaian independen reviewer.
Reviewer bertanggung jawab sepenuhnya terhadap isi, objektivitas, kerahasiaan, dan rekomendasi yang diberikan dalam laporan penelaahan.
8. Penggunaan AI oleh Editor
Editor JUIT dapat menggunakan teknologi AI untuk mendukung kegiatan administratif dan editorial, termasuk klasifikasi naskah, pemeriksaan bahasa, dan penyaringan teknis awal, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan perlindungan data.
AI tidak diperbolehkan mengambil keputusan secara mandiri mengenai penerimaan, revisi, atau penolakan naskah.
Seluruh keputusan editorial harus ditetapkan oleh editor manusia yang berwenang berdasarkan kualitas ilmiah, orisinalitas penelitian, ketepatan metodologi, rekomendasi reviewer, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
Editor wajib memastikan bahwa penggunaan AI tidak mengurangi independensi, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas proses editorial.
9. Integritas Penelitian dan Tanggung Jawab Etika
JUIT berkomitmen mempertahankan standar integritas penelitian dan etika publikasi ilmiah.
Penulis, reviewer, dan editor wajib memastikan bahwa penggunaan AI tidak mengurangi:
-
Keakuratan ilmiah dan validitas penelitian.
-
Orisinalitas serta kontribusi intelektual.
-
Transparansi dan reproduktibilitas penelitian.
-
Kerahasiaan dan perlindungan data.
-
Penghormatan terhadap hak cipta dan hak kekayaan intelektual.
-
Kejujuran akademik dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
AI harus diperlakukan sebagai teknologi pendukung dan bukan sebagai pengganti keahlian ilmiah, penalaran kritis, atau tanggung jawab profesional.
10. Evaluasi Editorial dan Penegakan Kebijakan
Dewan Editor JUIT berhak meminta klarifikasi mengenai penggunaan teknologi AI dalam naskah yang dikirimkan.
Penulis dapat diminta memberikan informasi tambahan mengenai aplikasi AI yang digunakan, tujuan penggunaannya, bagian naskah yang memperoleh bantuan AI, serta prosedur validasi yang dilakukan.
Dugaan pelanggaran terhadap kebijakan ini akan dievaluasi melalui prosedur editorial yang sesuai dengan memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyampaikan penjelasan atau bukti pendukung.
Berdasarkan sifat dan tingkat pelanggaran, tindakan editorial dapat berupa permintaan revisi, penolakan naskah, penerbitan koreksi, atau pencabutan artikel.
Perangkat pendeteksi AI tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menetapkan adanya pelanggaran integritas akademik.
11. Peninjauan dan Pembaruan Kebijakan
JUIT dapat meninjau dan memperbarui kebijakan ini secara berkala untuk menyesuaikan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tantangan etika baru, serta perkembangan standar publikasi ilmiah.
JUIT berkomitmen mendukung pemanfaatan teknologi AI secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kredibilitas ilmiah, integritas akademik, transparansi, dan kualitas publikasi penelitian di bidang teknik dan teknologi.














